Jumat, 08 Juni 2012

Urai KEMACETAN, Kota Bogor Kaji Masterplan Transportasi

BOGORnews ::: Guna menguraikan kemacetan di Kota Bogor, Pemerintah Kota Bogor tengah mengkaji masterplan transportasi Kota Bogor yang berkelanjutan. Hal ini dipandang penting, agar masalah transportasi di Kota Bogor dikaji secara mendalam guna menciptakan transportasi yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, ekonomi yang efektif dan efisien.

Transportasi berkelanjutan atau lebih beken dikenal dengan sustainable transportation ini dikaji dalam Diseminasi Transportasi Kota Bogor dengan materi Menuju Transportasi Kota Bogor yang berkelanjutan di Ruang Rapat III Balaikota Bogor, Jalan Juanda 10 Bogor, Rabu (6/6/2012).
Hadir dalam acara diseminasi tersebut sejumlah pihak terkait, seperti dari lingkup SKPD yang membidani lingkup transportasi, camat se-Kota Bogor, Bappeda Kota dan Kabupaten Bogor, DLLAJ Kota dan Kabupaten Bogor, Direktur Utama PDJT (Perusahaan Daerah Jasa Transportasi) Yonathan Nugraha, Kepala Stasiun KA Bogor Eman Sulaeman, Polres Bogor Kota, organda Kota Bogor, para akademisi dan tenaga ahli penyusunan masterplan transportasi tahun 2012 serta tim teknis masterplan transportasi.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)Kota Bogor Soni Nasution mengatakan bahwa secara ideal konsep transportasi yang saat ini dicita-citakan oleh seluruh kawasan perkotaan di seluruh dunia adalah transportasi berkelanjutan. “Efektif dalam melayani seluruh penduduk yang beraktifitas serta efisien dalam operasional bagi semua pihak dalam bertransportasi,” kata Soni.

Sistem transportasi yang ideal adalah transportasi yang terintegrasi antar moda, baik internal maupun eksternal Kota Bogor. Soni mengatakan bahwa acara yang berlangsung hari ini bertujuan untuk memperoleh kesepahaman bersama perihal solusi transportasi di Kota Bogor. Selain itu, bertujuan untuk mendiskusikan upaya-upaya solutif yang dapat dilakukan menuju transportasi yang berkelanjutan. 

Dalam kesempatan itu dihadirkan nara sumber yakni Kasubdit Transportasi Darat Direktorat Transportasi Bappenas Ikhwan Hakim, Technical Adviser GIZ Dr. Dino Tedy Putra dan Kabid Fisik Bappeda Kota Bogor Lorina Darmasuti.

Dalam paparannya, Lorina mengatakan bahwa dalam RTRW Kota Bogor 2011-20131, rencana struktur dan pola ruang Kota Bogor adalah menyebarkan pusat-pusat kegiatan agar tidak terkonsentrasi di pusat Kota. Meski pada kenyataannya pola jaringan jalan yang ada masih radial konsentris yang memusat melingkar ke Kebun Raya. “Untuk itu dalam lima tahun ini dikebut pembangunan inner dan outer ring road sehingga tidak lagi terkonsentrasi di pusat,” ujar Lorina.

Pembangunan inner outer ring road juga dilakukan mengingat pertumbuhan jalan pada tahun 2010 hanya mencapai 783,332 KM. Angka ini tidak selaras dengan peningkatan kendaraan bermotor setiap tahunnya sebesar 14,5%.
sumber : bogornews.com

0 komentar:

Posting Komentar